"If your ideas are bigger than the town you’re in, you’ve got to get out of there."

-Brian Fallon

(Source: the-blues-mary)


Calling of summer | (by Miikka Luotio)
Where the streets have no name
Bama, Guangxi, China | by Robert Lio
"Someone once told me that human beings have three dimensions: how you see yourself, how others see you, and how you want others to see you. The closer the distance between the three dimensions, the more at peace you are and the more stable you become."

-Marwa Rakha (The Poison Tree)

(Source: psych-facts)


window japan
Surat Kabar Kemarin Lusa

Balik lagi yang dilihat di cermin, sepasang mata memerah berair milik orang lain. Mereka terlihat lelah dan ngantuk, dan mereka menolak tidur. Lihat sebentar di kanan kirimu aku bilang. Aku bilang, tulis. Buatkan mereka cerita. Sepertinya ada tikus di loteng kamarku, aku mendengar ada aktivitas seperti tertawa kecil yang panjang. Agak seram di awal tapi lalu menyenangkan. Apa cerita mereka kenapa mereka hidup disana.

Sawah di sebelah rumah lagi dibajak tapi dibajak untuk yang terakhir kalinya. Kasat mata semua orang juga tau alat berat itu tidak untuk menggemburkan sawah kecil itu. Ada hal-hal yang terlambat kita hentikan. Mereka hanya memberi kesempatan kita tidak mengulanginya lagi. Sebagai penulis dan pendongeng, cerita-cerita ku berulang kali masuk ke arsip editor dan penerbit bandel. Apa yang aku tulis dalam email harian terbang ke langit lalu turun sebagai hujan. Semacam dramatis-mungkin berlebihan, tapi pada dasarnya seperti itu, tidak ada satu petak tanah pun yang spesifik mendapatkan semua pecahan intonasi yang kutulis karena sudah pecah dan terlanjur harus turun dan jatuh.

Koran minggu depan sedang ku edit tidak sama rekan, sendirian. Mengumpulkan materi keliling dunia, minta dibaptis sebelum proposal reinkarnasi bahwa perusahaanku sudah tutup dan tidak akan ada satu orang pun yang sempat bahkan mengerlingkan matanya ke tajuk dan opini apalagi headline si koran minggu depan ini. Printer akan kukosongkan tintanya lalu kumasukkan lembar-lembar kertas koran basah hingga mesin itu bisa memutuskan sendiri apa yang terjadi selanjutnya. Tidak perlu bensin atau bahan bakar, cukup satu pentol korek yang sehat serta doa, minta tolong ruangan itu dikremasi sebelum satu genggaman tangan baru mengakui aku.

Sekarang apa? Aku tetap mau bercerita, hanya saja semua yang necessary dan benar akan kuketik dalam satu file dalam satu bundle hard-copy secara berkala sebelum file itu bahkan tidak sempat mampir ke recycle bin. Satu hard-copy untuk satu editor sebagai tokoh dalam cerita-cerita itu. Setiap lembar ku-stamp National Archives-Confidential berisi cerita-cerita yang sebenarnya bukan seperti novel, seperti sebuah karya sastra yang baru yang tidak akan pernah dipublikasikan-dan publik tidak akan pernah tau. One more life, one more hard-copy bundle of stories, one more secret.